
Minggu, 15 Februari 2026
Direbahin.id – Generasi muda seperti Gen Z dan Milenial kini menunjukkan perubahan besar dalam cara mereka memandang karier. Jika dulu jabatan tinggi dan gelar prestisius menjadi simbol utama kesuksesan, kini prioritas tersebut mulai bergeser.
Berdasarkan laporan Deloitte dalam survei Deloitte 2025 Gen Z & Millennial Survey, hanya sebagian kecil Gen Z yang menjadikan posisi kepemimpinan sebagai tujuan utama karier mereka. Sebaliknya, mayoritas lebih fokus pada kesejahteraan hidup, makna pekerjaan, dan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional.
Hasil survei menunjukkan bahwa work-life balance menjadi faktor terpenting dalam memilih pekerjaan — bahkan mengungguli jabatan tinggi maupun gaji besar. Pergeseran ini mencerminkan perubahan nilai generasi yang semakin menekankan kualitas hidup dibanding sekadar status.
Bagi Gen Z dan Milenial, sukses tidak lagi hanya berarti naik pangkat atau memiliki gelar mentereng. Kesuksesan juga mencakup:
Fokus terhadap well-being semakin menguat, terutama setelah pandemi yang mengubah pola kerja secara drastis. Sistem kerja fleksibel, remote, dan hybrid menjadi standar baru yang diharapkan generasi muda.
Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi menjadi tren global. Banyak perusahaan kini mulai menyesuaikan kebijakan mereka, seperti:
Langkah ini dilakukan untuk menarik dan mempertahankan talenta muda yang memiliki ekspektasi berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Meskipun sering dianggap kurang ambisius, Gen Z dan Milenial sebenarnya tetap memiliki semangat berprestasi. Namun, mereka mendefinisikan kesuksesan secara lebih holistik.
Bagi mereka, karier yang baik adalah karier yang selaras dengan kehidupan pribadi. Jabatan tinggi bukan lagi tujuan utama, melainkan salah satu kemungkinan — selama tidak mengorbankan keseimbangan hidup.
Minggu, 15 Februari 2026
Minggu, 25 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Minggu, 11 Januari 2026