Promo Terbatas: Potong Rambut Tanpa Antri! Daftar Sekarang dan Nikmati Layanan Prioritas.

KPR atau Ngontrak? Strategi Gen Z Menentukan Hunian yang Paling Realistis

Minggu, 18 Januari 2026

KPR atau Ngontrak? Strategi Gen Z Menentukan Hunian yang Paling Realistis

Harga rumah yang terus merangkak naik membuat banyak Generasi Z harus berpikir ulang soal kepemilikan hunian. Di satu sisi, keinginan punya rumah sendiri tetap ada. Namun di sisi lain, penghasilan yang belum stabil dan kebutuhan hidup yang semakin mahal membuat keputusan ini tidak bisa diambil sembarangan.

Lalu, mana yang lebih masuk akal untuk Gen Z saat ini: mengambil KPR atau memilih ngontrak terlebih dahulu?

Tantangan Gen Z dalam Memiliki Rumah

Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z memulai karier di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang. Kenaikan harga properti tidak selalu sejalan dengan pertumbuhan gaji. Belum lagi biaya hidup seperti makanan, transportasi, dan gaya hidup urban yang ikut membebani keuangan bulanan.

Bagi sebagian Gen Z yang baru bekerja, membeli rumah bukan soal keinginan, melainkan soal kesiapan finansial. Karena itu, diperlukan strategi hunian yang lebih realistis dan fleksibel.

Kelebihan dan Kekurangan KPR untuk Gen Z

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sering dianggap sebagai jalan utama untuk memiliki rumah. Namun, pilihan ini tidak selalu cocok untuk semua orang, terutama bagi generasi muda.

Kelebihan KPR:

  • Rumah langsung menjadi aset jangka panjang
  • Tidak perlu membayar biaya sewa setiap tahun
  • Nilai properti berpotensi meningkat di masa depan

Kekurangan KPR:

  • Komitmen cicilan jangka panjang (15–20 tahun)
  • Membutuhkan uang muka (DP) yang tidak kecil
  • Risiko finansial jika penghasilan belum stabil
  • Beban cicilan bisa berubah mengikuti kondisi ekonomi

KPR akan lebih ideal bagi Gen Z yang sudah memiliki penghasilan stabil, bahkan lebih aman jika didukung oleh double income atau bantuan keluarga.

Ngontrak sebagai Solusi Sementara yang Masuk Akal

Bagi Gen Z dengan penghasilan terbatas atau karier yang masih berkembang, ngontrak sering kali menjadi pilihan paling rasional.

Kelebihan ngontrak:

  • Biaya awal lebih ringan
  • Fleksibel untuk pindah lokasi
  • Tidak terbebani cicilan jangka panjang
  • Lebih mudah menyesuaikan dengan perubahan karier

Kekurangan ngontrak:

  • Tidak menghasilkan aset
  • Harga sewa bisa naik sewaktu-waktu
  • Hunian bersifat sementara

Meski begitu, ngontrak dapat menjadi langkah strategis untuk mengatur keuangan, menabung, dan mempersiapkan diri sebelum mengambil komitmen besar seperti KPR.

Mengapa Banyak Gen Z Menunda Beli Rumah?

Menunda membeli rumah bukan berarti Gen Z tidak peduli dengan masa depan. Justru sebaliknya, banyak dari mereka lebih sadar akan pentingnya kesehatan finansial jangka panjang.

Inflasi, tingginya biaya hidup, serta perubahan gaya kerja yang lebih dinamis membuat alokasi dana untuk cicilan rumah menjadi kurang realistis. Tidak sedikit Gen Z yang memilih fokus pada pengembangan karier, pengalaman kerja, dan kestabilan finansial terlebih dahulu.

KPR vs Ngontrak: Mana yang Lebih Tepat?

Tidak ada jawaban mutlak. Pilihan terbaik sangat bergantung pada kondisi masing-masing individu.

KPR cocok jika:

  • Penghasilan sudah stabil
  • Memiliki dana darurat
  • Siap dengan komitmen jangka panjang
  • Kebutuhan hidup sudah terkontrol

Ngontrak lebih tepat jika:

  • Penghasilan masih terbatas
  • Karier masih dinamis
  • Ingin fleksibilitas lokasi
  • Fokus menabung dan meningkatkan skill

Pada akhirnya, keputusan hunian bukan soal ikut-ikutan, tetapi soal menyesuaikan kemampuan finansial dengan tujuan hidup. Dengan perencanaan yang matang, Gen Z tetap bisa memiliki rumah di waktu yang tepat tanpa mengorbankan kestabilan keuangan.

Logo